Artikel Aksi Nyata Modul 1.4Berbagi Pemahaman dan Pengalaman Budaya Positif

Oleh:
Doni Hermanto
SD Negeri Karanganyar
Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Kabupaten Jepara
A. Latar Belakang
Sekolah yang menjadi idaman dan harapan bagi kita adalah sekolah yang dapat menciptakan kenyaman dan memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk hidup dan berkembang sesuai kodratnya. Sekolah yang aman, dan nyaman terhindar dari berbagai macam bentuk penindasan, hukuman, bulliying, kekerasan dan pemaksaan terhadap warga sekolah khususnya peserta didik. Sekolah akan berusaha maksimal untuk menciptakan suasana lingkungan yang penuh dengan kehamonisan dan pembiasaan disiplin positif yang dapat mendorong tumbuhnya karakter yang lebih kuat pada peserta didik sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
Dalam menciptakan lingkungan dengan pembiasaaan budaya disiplin positif, sekolah perlu memastikan peserta didik merasa dalam kondisi yang aman, dan nyaman agar mereka mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab. Untuk itu salah satu strategi yang perlu kita lakukan adalah menilik kembali bentuk nilai-nilai disiplin positif yang selama ini sudah di jalankan di sekolah-sekolah kita. Sejauh ini, disiplin di sekolah kita maknai sebagai sikap patuh terhadap segala aturan yang diterapkan di sekolah. Tentunya hal ini membawa dampak yang kurang baik pada diri peserta didik. Peserta didik menjadi tidak terbiasa untuk memotivasi dirinya secara internal dalam berdisiplin, tetapi masih terpengaruh dengan motivasi secara eksternal. Dampak dari situasi ini peserta didik menjadi tidak senang jika diberikan hukuman dan apalagi jika dalam waktu yang lama dapat membuat peserta didik menjadi pemberontak. Budaya Positif mengajak sekolah untuk berbenah, menerapkan poin-poin utama dengan tujuan menggali motivasi internal dari dalam diri peserta didik dan seluruh warga sekolah untuk mencapai pendidikan yang lebih baik. Sehingga budaya positif dapat terbiasa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari serta mengakar dalam diri setiap peserta didik.
B. Tujuan
Tujuan aksi nyata ini diantaranya yaitu menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah dan menggerakkan guru untuk menerapan disiplin positif di lingkungan sekolah
C. Tolok Ukur
- Terbentuknya kesepakatan dan keyakinan kelas
- Munculnya budaya positif di lingkungan sekolah.
- Adanya perubahan posisi kontrol guru menjadi manajer dan menerapkan segitiga restitusi dalam membantu siswa memecahkan masalahnya.
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan:
Minggu ke-1
Minggu ke-1
- Pembentukan Tim
- Penyusunan dan perencanaan konsep kegiatan
- Koordinasi dan meminta ijin kepada kepala sekolah.
Minggu ke-2
- Pelaksanaan aksi nyata penerapan budaya positif di kelas (Praktik membuat kesepakatan dan keyakinan kelas dan membantu menyelesaikan masalah peserta didik dengan menggunakan segitiga restitusi)
Minggu ke-3
- Membagikan pemahaman dan pengalaman dalam menerapkan menumbuhkan budaya positif dengan rekan sejawat.
Minggu ke-4
- Refleksi dan pelaporan aksi nyata
E. Deskripsi Aksi Nyata
F. Dukungan Yang Dibutuhkan
Kegiatan aksi nyata diawali dengan membuat keyakinan kelas bersama peserta didik khususnya peserta didik kelas 4 yang saya ampu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 4 dengan sangat antusias dalam menuliskan dan menyakini nilai-nilai kebajikan untuk menciptakan disiplin positif terutama di kelas 4. Kegiatan selanjutnya yaitu desiminasi Budaya Positif yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 28 Januari 2023 di SD Negeri Karanganyar Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala sekolah dan rekan guru SD Negeri Karanganyar serta rekan sejawat perwakilan dari SD Negeri 3 Ujungpandan, SD Negeri 4 Ujungpandan, SD Negeri 1 Guwosobokerto, serta dari SD Negeri 2 Guwosobokerto. Kegiatan desiminasi budaya positif ini yaitu menginformasikan berbagi pemahaman dan pengalaman tentang materi modul 1.4 budaya positif yang konsep utamanya tentang perubahan paradigma belajar, disiplin positif, Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, serta restitusi, lima posisi kontrol restitusi, keyakinan kelas, kebutuhan dasar manusia, lima posisi control, dan segitiga restitusi. Peserta desiminasi sangat antusias dalam menyimak pemaparan materi yang saya sampaikan.
Kegiatan aksi nyata selanjutnya, yaitu saya akan mengajakan warga sekolah khususnya guru kelas agar dapat menerapkan dalam membuat kesepakatan atau keyakinan kelas di kelasnya masing-masing. Selain itu juga mengajak untuk mempraktikan posisi kontrol guru sebagai manajer dan menerapkan segitiga restitusi jika ada peserta didiknya yang menemui masalah demi mewujudkan budaya positif di lingkungan sekolah.
F. Dukungan Yang Dibutuhkan
- Seluruh komponen pemangku kepentingan sekolah
- Kolaborasi dengan rekan sejawat dalam menerapkan budaya positif di sekolah
- Orang tua sebagai pendamping peserta didik dalam menerapkan budaya positif.
EmoticonEmoticon